Ribuan umat Muslim di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merayakan kemenangan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meski rencana awal pelaksanaan dipusatkan di Alun-Alun Citra Mas, kondisi cuaca dan lapangan yang basah membuat panitia memindahkan lokasi pelaksanaan ke area Kantor Kodim Kabupaten Pangkep.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Pangkep, DR. H. Ramli Rasyid, S.Sos., MA., menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi kenyamanan jemaah tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah. Ibadah shalat Id dipimpin oleh imam H. Muhammad Yusuf Bandi, S.Ag., M.Hi. Beliau merupakan putra asli Pangkep sekaligus Qari berprestasi yang pernah mewakili Sulawesi Selatan di ajang MTQ tingkat Nasional. Saat ini, ia mengabdi sebagai PNS Kementerian Agama di Kota Palopo.
Hadir di tengah-tengah jemaah, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep yang turut membaur bersama masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Muhammad Mahrus Amri, LC., MA., Ketua STAI DDI Pangkep, bertindak sebagai khatib dengan mengusung tema “Eratnya Ukhuwah Sebagai Pondasi Dasar dalam Kemajuan Daerah, Bangsa, dan Umat.” Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Mahrus Amri memaparkan strategi Rasulullah SAW dalam membangun peradaban di Madinah melalui tiga langkah utama: Pembangunan Masjid: Sebagai pusat kontrol sosial melalui shalat berjamaah.
Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar: Menciptakan ikatan emosional untuk saling membantu antara pendatang dan penduduk asli.
Piagam Madinah: Kesepakatan lintas agama untuk bersama-sama menjaga dan membangun daerah.
Di akhir khutbah, beliau menitipkan pesan penting bagi seluruh warga Pangkep. Menurutnya, kerukunan antar-saudara seagama dan setanah air harus diwujudkan melalui empat pilar: Ta’aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), Ta’awun (saling membantu), dan Takaful (saling menjamin keamanan). “Dengan pondasi ukhuwah yang kuat, kita akan mampu mencapai tujuan bersama dalam bingkai negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Gafur,” pungkasnya.