Latar Belakang

 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah  Wal Irsyad (STAI DDI ) Pangkep, merupakan bagian penting dari sejarah panjang perjalanan Perguruan Tinggi DDI di Kab.Pangkep yang awalnya dengan nama Fakultas Syariah Universitas Islam Ad Dariayah Darud Da’wah Wal Irsyad (UI Ad Dariyah DDI) Bonto-Bonto berdiri pada tahun 1974, namun sebelum menghasilkan alumni, fakultas ini dilebur menjadi Fakultas Tarbiyah pada tahun 1975 sebagai kelas jauh dari UI Ad Dariyah DDI yang berpusat di Pare-Pare dengan Rektor K.H. Abd. Rahman Ambo Dalle.

            Sejak awal perkembangannya Fakultas Tarbiyah ini dipimpin oleh seorang Dekan yang bernama Drs. Mahmud Abbas (1975-1987), kemudian bersamaan dengan pergantian pimpinan Dekan (1987-1989) yang dinahkodai oleh Drs. Muh. Natsir Katutu, fakultas ini berkembang pesat dan telah menghasilkan beberapa alumni sarjana Bacoleriad (BA) dan bahkan telah memiliki kelas jauh di Kab. Maros.

                 Kemudian pada tahun 1989  yang menjadi Dekan pada saat itu adalah H. Ismail, Lc, dan bersamaan dengan adanya kelas jauh di Kab. Maros memisahkan diri dan berdiri sendiri dengan nama STAIS DDI Maros, maka fakultas induk mulai surut dan akhirnya fakum. Setelah fakum beberapa tahun, maka pada tahun 1992, Dra. Hj. Hasmah Saeful berinisiatif untuk merintis kembali dan akhirnya terbuka perkuliahan yang berpusat di ibu kota Kab. Pangkep yaitu di SMA DDI Pangkajene Kab. Pangkajene dan Kepulauan, sekalipun pada saat itu berstatus kelas jauh dari STAIS DDI Maros, bahkan sempat mencetak alumni.                  

Dra. Hj. Hasmah Saeful (sebagai Pengelola) meninggal dunia dan kemudian digantikan oleh Drs. K.H. Amri Razak. Namun kegiatan perkuliahan yang berstatus kelas jauh ini hanya sempat menghasilkan alumni satu angkatan yaitu pada tahun 1997.

Dalam perkembangan berikutnya, muncul pemikiran baru yang dimotori oleh generasi muda DDI untuk kembali mendirikan perguruan tinggi yang berdiri sendiri. Akhirnya disepakati sebagai langkah awal adalah mengutus salah seorang delegasi untuk berkonsultasi langsung dengan Ketua Umum PB. DDI. Dari hasil pertemuan itu, maka Ketua Umum PB DDI menyarankan agar Pengurus Daerah DDI Kab. Pangkep harus segera diperbaharui karena selama ini personil-personilnya tidak aktif. Maka setelah itu dibentuklah tim yang akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah DDI II, pada tanggal 21 Maret 2000 Musda DDI II Kab. Pangkep berlangsung di Pondok Pesantren DDI Baru-Baru Tanga Kec. Pangkajene Kab. Pangkep. Hasil Musda DDI tersebut mengasilkan kepemimpinan yang baru yakni Drs. K.H. Amri Razak sebagai Ketua  dan Drs. H. Hasbuddin Halik, Lc, sebagai Sekretaris.

 Maka dengan izin Allah SWT, PD. DDI Kab. Pangkep (Priode 2000-2005) berhasil mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Pangkep yang sebelumnya adalah kelas jauh dari STAI DDI Maros, selanjtnya STAI DDI Pangkep diresmikan pada tanggal 01 Rabiul Akhir 1423 H/12 Juni 2002 M. bertepatan dengan Hari Ulang Tahun DDI ke 57.

                 Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan lembaga Jami’ah PB. DDI pada saat itu, dan penyandang dana adalah warga dan Pengurus Daerah DDI Pangkep, secara kelembagaan dalam organisasi DDI, telah memiliki kekuatan hukum dengan adanya Surat Keputusan (SK)  Pendirian dari PB DDI dengan nomor : PB / K.09 / 114 /V/ 2001 tanggal  20 Shafar 1422 H / 14 Mei 2001 M,  dan selanjutnya Jurusan Tarbiyah Program studi Pendidikan Agama Islam dan jurusan syariah Program Studi Ahwal Syakhhshiyah, terdaftar pada Dirjen Bagais Departemen Agama RI nomor: DJ.II/397/2002.dan telah diperpanjang izin penyelenggaraannya oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada tanggal 05 November 2007 dengan nomor ; Dj.I/428/2007, selanjutnya dua kali diperpanjang dan akan berakhir 2018. dan baru saja tahun ini keluar prodi baru S.1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (sederejat PGSD).

     Dalam perjalanan perkembengan  sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam DDI (STAI DDI),  proses perkuliahan awal dengan membuka dua Jurusan yaitu, Jurusan Tarbiyah  Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Jurusan Syariah Program Studi Ahwal Syakhshiyah, kemudian membuka Program Diploma Dua (D.2) PGSDI/MI dan PGTKI/RA hanya menempati ruang kuliah dan menggunakan ruangan belajar bersama SMU DDI.dan SMP DDI.

 Al hamdulillah, kini  sudah memiliki lokasi tanah wakaf seluas 2 Hektar dengan rincian 1,13 hektar telah bersertifikat, merupakan sumbangan wakaf dari masyarakat dan warga DDI, antara lain : H. Borahima, H.Surahman, H. Muh. Shaleh Saeful, BA., Hj. Sahalang dan Ir.H.Syafruddin Nur, M.Si. serta tokoh masyarakat lainnya. Lokasi tersebut, sekarang sedang dibangun 7 (tujuh) unit gedung dengan jumlah lokal ruang kuliah sebanyak  16 kelas dengan rancangan bangunan berlantai tiga sesuai Rencana Strategi Pengembangan STAI DDI Pangkep menuju Universitas Islam DDI Kab. Pangkep tahun 2022 .

            Demikian STAI DDI Pangkep, awal dan perkembangannya berkat partisipasi dan uluran tangan dari berbagai pihak, terutama dari Pemerintah Daerah Kab. Pangkep dan lapisan masyarakat setempat. Syukur al hamdulillah STAI DDI Pangkep dapat  berkembang  walaupun masih jauh dari yang diharapkan.