Kuliah Kerja Lapangan Profesi STAI DDI Pangkep Desa Panaikang  menyelenggarakan seminar pranikah yang di laksanakan di baruga desa Panaikang Senin,(4/3/2019)

Kegiatan seminar tersebut bertemakan mencegah pernikahan dini dan mengenal stunting dalam efek pertumbuhan anak 

Kegiatan seminar ini dalah kerjasama dengan mahasiswa unversitas megarezky makassar Kegiatan ini di hadiri oleh pejabat desa panaikang ,perwakilan KUA Minasatene Bapak Arifin,S.Ag,Dosen Pembimbing KKLP Dr.Kiljamilawati, S.Ag.,M.H dan dr. Hj. Andi muliyati M.kes yang masing-masing  bertindak sebagai narasumber serta tak lupa para tokoh masyrakat dan pemuda turut berpartisipasi pada acara tersebut

Kordes Panaikang Muh fasih Ibrahim mengatakan bahwa seminar ini digelar untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana kehidupan dalam rumah tangga serta mengururangi tingkat perceraian dan  mencegah terjadinya pernikahan dini yaang berdampak pada sisi kesehatan

Kepala  KUA Minasatene yang di wakili oleh  oleh bapak Arifin, S.Ag , mengapresiasi kegiatan ini karena diliat sekarang salah satu angka perceraian yg terjadi disebabkan oleh pernikahan dini karena belum  siapnya mental sang calon penganting menghadapi lika liku dalam  berumah tangga sebab  pernikahan itu adalah hal yg sakral dan bukan suatu permainan.

Dosen Pembimbing KKLP  ibu Dr.kiljamilawati.S,Ag. M.H dalam sambutannya  mengatakan bahwa pernikahan di bawah umur akhir-akhir ini menjadi persoalan yang serius ,berdasarkan data jumlah perceraian menurut data pengadilan agama bulan Januari sampai Agustus 2018 berjumlah 448 perkara perceraian ,hal ini menjadi persoalan kita bersama bahwa tingginya angka pernikahan di bawah umur di ikuti pula tingginya angka perceraian yang terus meningkat oleh karena itu tujuan di adakannya seminar ini bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat

Narasumber dr. Hj. Andi muliyati M.kes yang meninjau dari aspek kesehatannya  mengatakan bahwa berdasarkan data bkkbn batas pernikahan untuk menikah adalah 20 tahun sedangkan laki-laki 25 tahun. Dari kesehatan melarang keras pernikahan dini kerena di kwatrirkan rahim perempuan belum mampu dibuahi, adapun batas anak yg satu dan yg satunya adalah 3 tahun.

‘’Adapun maksud dibuatnya penyuluhan ini agar mencegah pernikahan dini, tercapainya keluarga yg Sakina mawadah dan warahmah, dan tercapainya keturunan yg shaleha sesuai apa yg kita harapkan bersama’’tutupnya