STAI DDI Pangkep berkerja sama dengan Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar menggelar kegiatan Dialog Agama dan Negara  yang betempat di Aula Kampus STAI DDI Pangkep,Sabtu 8/9/2018.

Tema yang diangkat dalam Dialog ini bertajuk  membumikan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika,Kegiatan dialog ini di buka langsung oleh Bapak Bupati Pangkep yang diwakili oleh Kadis Pendidikan Pangkep Bapak Drs.Muhammad Idris Sira,MM, Tampil sebagai Pembicra dalam dialog ini Prof.Dr.Basir Syam,M.Ag, Drs.K.H.Hasbuddin Halik,Lc.,MH dan Ibu Endang Sari,S.IP.,M.Si ,peseta yang hadir dalam dialog ini mulai dari Dosen ,Mahasiswa STAI DDI Pangkep serta Mahasiswa dari Unhas

Sekretaris Pusat Penelitian  dan Pengabdian Masyarakat STAI DDI Pangkep Syahrul Rahmdhan,SH.I.,M.H.I  dalam sambutannya mengucapkan  “rasa bersyukur dan berterima kasih kepada tim LP2M Unhas  untuk memilih kampus STAI DDI Pangkep sebagai tempat kegiatan  Dialog agama dan Negara tentunya ini akan memberikan pemahaman dan menambah  wawasan  bagi  mahasiswa kami kedepan”Ungkapnya

Prof,DR.Basir Syam,M.Ag  mengatakan  Negara dan agama tidak dapat dapat pisahkan bangsa Indonesia adalah mayoritas muslim yaitu bangsa yang beragama bukan bangsa sekuler ,secara  paradigma subtansial Negara ini di bangun berdasarkan atas prinsip prinsip islam yang mendasari bedirinya Negara Indonesia  mulai dari Pancasila,UUD 1945,Piagam Jakarta yang sangat kental dengan  keIslamnnya sehingga Negara  Indonesia di akui oleh dunia sebagai kelompok  Negara Muslim  

Sementara itu Dosen Ilmu Politik Unhas Endang Sari, S.IP.,M.SI yang tampil sebagai Pembicara menyampaikan “aspreasinya dan  sangat berterimakasih kepada pihak STAI DDI Pangkep Atas kerjasamanya terkait acara ini Kami dari Unhas belajar banyak dari kegiatan hari ini “

Lebih Lanjut Endang Mengatakan” terkait agama dan negara ini adalah tema klasik yang akan selalu ada melintasi jaman semaju apapun peradaban itu dan  identitas agama adalah isu seksi yang akan  selalu diseret untuk terlibat masuk dalam perbincangan politik.  Akan tetapi komitmen bernegara sebagai perjanjian untuk hidup bersama dalam sebuah entitas bernama indonesia harus tetap didahulukan. Karena sejarah telah mencatat bahwa negara ini lahir dari keberagaman dan menghormati perbedaan”.ujarnya

Ketua STAI DDI Pangkep Drs K.H.Hasbuddin Halik,Lc.,MH menyambut baik kerjasama ini semoga kedepan dapat diperluas  lagi dengan terus  membuka diri menjalin kerjasama dengan kampus  lain untuk pengembangan penelitian dan pengabdian ke masyarakat  ke depan lebih baik lagi