Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi dan Bisnis Islam STAI DDI Pangkep menggelar dialog perbankan syraiah  sebagai rangkaian acara buka puasa bersama yang diilaksanakan di Aula STAI DDI Pangkep . Ahad (4/06/2018),dialog ini mengusung tema peranan perbankan syariah dalam menghadapi tantangan perekonomian di indonesia

Dialog tersebut menghadirkan pembicara dari pimpinan Bank Muamalat Makassar yang di wakili oleh Muchlis Khomainy, SE, sebagai Senior Relationship Manager ,Ketua STAI DDI Pangkep Drs.K..H Hasbuddin Halik,Lc.,MH dan Ketua Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam Shigatullah Halik, ST.,MM sebagai pemandu Dialog

Muchlis Khomainy sebagai pembicara dari bank muamalat  menuturkan Bahwa Perbankan Syariah berdiri atas prakarsa beberapa Ulama dan pengusaha Muslim Indonesia, kemudian melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada tahun 1991 Bank Syariah resmi terbentuk dengan nama PT. Bank Muamalat Indonesia. Dan pada tahun 1992 Bank Muamalat mulai beroperasi dengan modal awal dari pengusaha dan cendekiawan muslim indonesia dan masyarakat pada saat itu. Tidak ada sedikitpun dari pemerintah kecuali dukungan moril. Seiring dengan berkembangnya waktu, pada tahun 1998 indonesia dilanda krisis moneter, banyak bank konvensional yang gulung tikar karena kredit macet, dll. Termasuk Bank Muamalat sempat goyah, tapi bank muamalat masih tetap eksis, bahkan menurut beliau bank syariah mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat Pangsa Pasar (Market share) dari keuangan syariah mencapai 8 % pd tahun 2017. Sedangkan khusus perbankan syariah mencapai 5,4 %, dengan jumlah  aset mencapai hampir 400 Triliyun rupiah.

Beliau menambhakan Seiring dengan perkembangan lembaga keuangan dan perbankan syariah, terdapat tantangan yg cukup besar mengingat Indonesia merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia, namun partisipasi dan kepercayaan masyarakat masih sangat minim. Beberapa negara Islam, pangsa pasar nya mencapai 20 persen... seperti Malaysia yg mencapai 23 %, Uni Emirat Arab 19 %, bahkan Arab Saudi mencapai 51 %. Sehingga  dibutuhkan peran strategis pemerintah, bahkan ulama dan masyarakat dalam meningkatkan pangsa pasar, jangan sampai dikuasai sepenuhnya oleh lembaga keuangan atau perbankan konvensional.

‘’cukup menarik dan interaktif, walaupun mungkin belum bisa maksimal dikarenakan waktu yg terbatas, namun diharapkan bisa menjadi tambahan referensi untuk melengkapi pustaka ilmu mengenai perbankan syariah terutama dalam implementasinya di lapangan’’Tutup Muchlis Khomainy

Sementara itu, Ketua Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam Shibgatullah Halik  menyampaikan pihak Jurusan  sangat mengapresiasi terhadap Pengurus HMJ-EBIS yang telah dengan semangat mengadakan acara Buka Puasa yang dirangkaikan dengan dialog ini Sekalipun Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam  adalah Jurusan  baru dan masih seumur jagung dari Jurusan  yang lainnya, tetapi HMJ-EBIS sudah  mengaplikasikan Keilmuannya dalam bentuk  Dialog Perbankan Syariah  ini. Semoga kedepannya HMJ-EBIS dapat  terus berkarya dan melaksanakan program kerjanya. “katanya. .

Ketua HMJ-EBIS Periode 2018-2019 Akbar mengatakan "Meskipun perdana acara ini sungguh luar biasa dan dan itupun dikerjakan dengan waktu persiapan yang sangat minim yaitu hanya 1 minggu , alhamdulilah berjalan dengan sukses, untuk kedepannya, acara akan lebih di tingkatkan lagi dengan skala yang lebih besar lagi,” Tutup  Akbar