Ketua STAI DDI Pangkep menanggapi Puisi dari Ibu Sukmawati Soekarno Putri yang di nilai sebagian masyarakat telah menyinggung syariat islam yaitu cadar dan adzan dalam sajak puisinya  (5/4/2018)            

Ketua STAI DDI Pangkep Drs.H.Hasbuddin Halik  Lc.,MH mengatakan bahwa Apabila dipandang dari sudut pakaian cadar,  terjadi pro kontra, kelompok yangg pro dengan cadar tentu mengatakan bagian syariah maka tidak dapat mereka bandingkan dengan budaya conde, dan kelompok kontra membolehkan membandingkan dengan conde,  karena keduanya adalah budaya. Demikian pula dengan istilah adzan  dari segi bahasa adalah budaya Arab, Sama dengan istilah kidung, bisa dibandingkan, kecuali kalau  kita maknakan adzan dalam arti syariah adalah pemberitahuan khusus untuk masuknya waktu shalat berjamaah,  jadi adzan dan cadar keduanya adalah bagian dari syariah maka otomatis tidak dapat dibandingkan dengan budaya apapun termasuk suara kidung dan conde sehingga bila itu dibandingkan sebagai sesuatu yg tidak pas atau tidak setara,makanya perlu kita minta Klarifikasi dan penjelasan dari ibu.sukmawati sukarno  terkait puisinya dia berada kelompok mana dan tinjauan dari mana sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan melebar kemana-mana,ujarnya

Wakil ketua MUI Pangkep ini juga meminta masyarakat khususnya umat islam untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh melakukan tindakan yang melanggar  hukum ketika menanggapi puisi tersebut, Terlepas adanya aksi besar-besaran menentang puisi  ibu sukmawati yang  mau ikut untuk aksi memproses secara hukum itu adalah bagian demokrasi, demikian juga sebaliknya yang  tidak mau ikut memproses adalah sama-sama bagian demokrasi.tutupnya