MUKTAMAR DDI XXI DI SUDIANG MAKASSAR

Muktamar DDI XXI adalah Muktamar yang paling istimewa, karena muktamar ini digadang-gadang akan menjadi mercusuar dalam menyatukan DDI yang telah terkoyak oleh dualisme kepemimpinan antara PB DDI dan DDI Abdurahman Ambo Dalle sejak sepuluh tahun yang lalu, atau tepatnya tahun 2003.

Pada muktamar ini tanggal 19 Desember 2014, dihadiri oleh Wakil Gubernur, sekaligus membuka muktamar. Pesan dari Wagub untuk para muktamirin, partai politik boleh berpecah tapi DDI tidak boleh berpecah karena DDI terdiri dari alim ulama yang memiliki keilmuan agama yang handal. Satu kata kunci menurut beliau DDI harus bersatu, karena persatuan akan menguatkan DDI dari sisi keorganisasian, sehingga kinerja DDI dalam melahirkan generasi Islam yang handal dapat dengan mudah diwujudkan.

Di akhir acara pembukaan ditutup dengan puisi yang mengisahkan titik awal perjuangan Gurutta KH. Abdurahman Ambo Dalle sebagai sosok yang pantang menyerah, melalui banyak halangan dan rintangan, tapi semuanya dipecahkan dengan satu solusi yaitu “HATI MACINNONG” atau “Hati yang Bersih”. Dengan hati yang bersih tidak akan ada pertengkaran, dengan hati bersih tidak akan ada debat kusir. Kita diminta mencontohi Gurutta sebagai salah satu pewaris nabi. Gurutta lahir hitam biji matanya, pandangannya menyejukkan hati, senyumannya bagaikan bunga yang mekar. Ditutup dengan ungkapan yang diulang dua kali, Makassar Cintaku, DDI Sayangku, Kutinggalkan Jejak Kakiku, tapi Senyummu kubawa Pergi.

Setelah selesai penutupan, peserta istirahat dan dilanjutkan dengan santap malam setelah melaksanakan salat Magrib, persidangan dimulai setelah salat Isya. Persidangan di hari pertama berakhir sekitar pukul 22.00 wita dan akan dilanjutkan keesokan harinya pukul 08.00. kegiatan ini sesuai dengan jadwal akan berakhir pada hari Ahad tanggal 21 Desember 2014. Sesuai juga dengan rencana dan informasi panitia pelaksana bahwa tanggal 20 Desember 2014 akan dihadiri oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Menurut beberapa sumber, bahwa figur yang diharapkan untuk menjadi perekat dari keretakan DDI, adalah Dr. KH. Rusydi Ambo Dalle. Beliau adalah anak dari Gurutta KH. Abdurahman Ambo Dalle, harapan banyak disandarkan kepada beliau untuk menyatukan DDI.