THAHARA SEBAGAI PERISAI ISLAM DALAM MENGHADAPI COVID -19

THAHARA VS VIRUS

Bersuci (bahasa Arabالطهارةtranslit. al-ṭahārah‎) merupakan bagian dari prosesi ibadah umat Islam yang bermakna menyucikan diri yang mencakup secara lahir atau batin, sedangkan menyucikan diri secara batin saja diistilahkan sebagai tazkiyatun nufus.

Kedudukan bersuci dalam hukum Islam termasuk ilmu dan amalan yang penting, terutama karena di antara syarat-syarat salat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan mengerjakan salat diwajibkan suci dari hadas dan suci pula badan, pakaian, dan tempatnya dari najis. Firman Allah:

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ ٢٢٢

Terjemah: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (Al Baqarah 2:222)

Selain itu thaharah dapat juga diartikan mengerjakan pekerjaan yang membolehkan shalat, berupa wudhu, mandi, tayamum dan menghilangkan najis.1 Thaharah secara umum. Dapat dilakukan dengan empat cara berikut. 1) Membersihkan lahir dari hadas, najis, dan kelebihan-kelebihan yang ada dalam badan. 2) Membersihkan anggota badan dari dosa-dosa. 3) Membersihkan hati dari akhlak tercela. 4) Membersihkan hati dari selain Allah.

Islam sendiri sngat memperhatikan kebersihan dalam meakukan segala sesuatunya, melakukan thahara dalam islam memiliki kenyakinan bahwa dapat menggugurkan dosa yang telah dilakukan oleh panca indra serta anggota tubuh lainnya. Hal ini tidak mustahil pula pada perkara tentang menggugurkan virus atau bakteri corona -19 yang marak diberitakan pada pemberitaan local maupun internasinal.

Allah maha mengetahui lagi maha suci.